Tapi, karena ditanyakan, dia mengakui survei itu dibiayainya sendiri. Dan diakuinya, dia sanggup membiayai survei, untuk sampai pilpres mendatang, yang kemungkinan sepuluh kali survei yang akan memakan biaya sekitar Rp 4 miliar.
"Kalau saya biayai sendiri emangnya kenapa," katanya balik bertanya dalam sebuah takshow di
Metro TV tadi malam.
Menurutnya, survei merupakan elemen politik.
"Bernegara itu, kita semua ini sedang berpolitik. Berpolitik itu dalam rangka bernegara. Membuat survei itu juga dalam rangka bernegara. Jajak pendapat itu bagian dari elemen politik. Jadi untung ada survei. Coba kalau tidak ada, siapa yang ditanya. Dukunkan? Sekarang dukun sudah mati, tidak ada lagi," jelasnya.
Dia memang mengakui, bahwa pilpres masih menyisakan tiga tahun lagi. Tapi, apa yang dihasilkan survei saat ini bukan berarti itu yang akan menang pada pilpres 2014 mendatang.
"Its OK. Jadi ini hanya
snapshot. Kalau misalnya survei saya kebetulan yang tertinggi itu Prabowo, tidak berarti yang akan menang itu Prabowo. Karena itu kalau pemilihan sekarang," tegas pemilik hotel Four Seassons ini.
Tentang tudingan survei melakukan pembentukan opini, dia menampik. Justru, yang membentuk opini adalah media, karena terus mengulang-ulang pemberitaan dan pembahasannya.
[zul]
BERITA TERKAIT: