"Saya kira masih banyak yang punya idealisme. Mereka menduduki jabatan politik dengan bekerja secara sungguh-sungguh, kredibel dan masih menjaga integritasnya," kata Ketua DPP PAN Sahrin Hamid kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Menurutnya, hasil survei yang menyebutkan politisi muda terpuruk di mata masyarakat, karena pemberitaan secara terus-menerus tentang satu-dua politisi muda yang tersangkut masalah. Akhirnya membuat masyarakat menggeneralisir semuanya sama. Padahal sejatinya tidak. Apalagi, katanya, perilaku korupsi sebenarnya tidak mengenal usia.
"Misalnya banyak politisi muda yang membuat pos-pos dan rumah-rumah pengaduan masyarakat dan memperjuangkannya. Itu masih banyak di daerah dan pusat. Cuman memang mereka jarang terekspos. Makanya media harus berimbang," ungkapnya.
Meski begitu, dia mengajak para politisi muda untuk menjadikan survei LSI sebagai cermin dan refleksi. "Bahwa jangan sampai kelakuan perilaku satu dua politisi muda mencoreng seluruh wajah politisi muda. Itu diambil hikmah," tegasnya.
Namun, daripada membahas soal citra poltisi muda, dia menambahkan, yang paling penting untuk dilakukan adalah bagaimana menggali dan mengangkat ke publik tentang apa agenda-agenda yang diusung oleh para politisi muda.
"Karena kita tahu, berbicara soal politisi muda adalah bicara soal masa depan. Makanya yang perlu diketahui apa agenda politisi muda saat ini. Saya kira lembaga survei perlu mengangkat soal ini," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: