"Tiga faktor yang mencurigakan dari hasil survei LSI tentang politisi muda," kata Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto lewat pesan singkat pagi ini (Selasa, 1/11).
Pertama, soal cara menarik kesimpulan. Bima membeberkan, hasil survei LSI menunjukan 23,8 persen publik lebih percaya kepada politisi senior. Sebaliknya hanya 15, 4 persen yang percaya pada politisi muda. Selebihnya, 37 persen menganggap politisi senior dan muda sama saja.
"(Pertanyaannya), mengapa kesimpulannya hanya ditarik dari 15, 4 persen saja? Padahal potret dominan adalah muda dan tua sama saja. Yang penting integritas personal," tegasnya.
Kedua, Bima mempertanyakan kenapa LSI baru merilis hasil survei itu pada Minggu lalu. Padahal, survei digelar pertengahan September. "Artinya ada momentum politik yang disesuaikan," ungkapnya.
Ketiga, tentang metode survei yang memilih hanya beberapa nama yang dianggap representasi muda untuk dinilai. Dimana-mana ada beberapa menteri dari kalangan muda dianggap tidak perform. Padahal penilaian tentang kinerja yang kurang itu hampir merata pada seluruh kementerian.
"Memang secara umum persepsi publik kurang baik pada kinerja kabinet. Jadi tidak ada hubungan antara tua dan muda. (Karena itu) LSI harus jelaskan tiga hal ini kepada publik," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: