Amankan Ketahanan Energi Kedepan, ASEAN Kembangkan Nuklir Untuk Listrik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Senin, 31 Oktober 2011, 22:46 WIB
Amankan Ketahanan Energi Kedepan, ASEAN Kembangkan Nuklir Untuk Listrik
ist
RMOL. Cepat atau lambat, persediaan energi tak terbarukan khususnya di kawasan regional Asia Tenggara, pasti akan habis. Salah satu solusi mengatasi permasalahan ini, yakni dengan mengoptimalkan potensi energi yang ada melalui teknologi.

"Teknologi, enggak ada yang lain yang bisa menyelamatkan bumi ini dari kehabisan energi. Nah teknologi apa yang bisa menyelamatkan itu," kata pengamat dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Heru Dewanto di Jakarta (Senin, 31/10).

Heru melanjutkan, purefuels merupakan salah satu teknologi yang telah ada saat ini. Namun penggunaan teknologi ini kadang membawa dampak sampingan yang tidak diinginkan. Salah satunya adalah naiknya harga bahan baku pangan. Sehingga PII melihat manfaat teknologi ini ke depan patut dipertanyakan. Menurutnya, teknologi yang paling advance adalah nuklir.

"Saya  tidak katakan harus sekarang. Tapi kita harus mulai mengembangkan teknologi nuklir dari sekarang," tekannya.

Meski begitu, Heru tak memungkiri bahwa penggunaan teknologi nuklir untuk listrik saat ini masih menyisakan momok menakutkan bagi masyarakat menyusul kasus ledakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fujiyama di Jepang yang terjadi beberapa waktu lalu. Karenanya, pembelajaran mengenai teknologi ini perlu lebih disosialisasikan ke masyarakat.

"Kemudian juga mungkin perlu dibuatkan perbandingan-perbandingan soal berapa korban yang ditimbulkan dari teknologi nuklir di berbagai negara, dibandingkan dengan korban kecelakaan bermotor," tambahnya.

Ia menekankan, banyak kemajuan yang sebetulnya bisa dicapai dengan teknologi nuklir. Kendati di satu sisi, Indonesia juga mempunyai sumberdaya lain seperti biothermal. "Itu juga memang harus dibudi-dayakan juga mulai sekarang," tambahnya.

Pandangan ini dikemukakan Heru menyoroti komitmen kerjasama negara-negara Asia Tenggara pada KTT ASEAN di Jakarta, awal Mei lalu, di bidang ketahanan energi. Presiden SBY selaku ketua ASEAN periode tahun 2011 dalam kesempatan itu mengemukakan, negara-negara regional Asia Tenggara harus mencari solusi inovatif sumber energi baru dan terbarukan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi konsumsi energi  yang memiliki dampak buruk pada lingkungan. Menurutnya, ASEAN harus memperkuat kerjasama kawasan dalam pengembangan energi terbarukan. Ini termasuk diperlukannya pusat penelitan geotermal dan teknologi hidro.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA