Karena itu, pergantian ini menunjukkan perwira Polri, Sutanto yang dipercaya mengemban jabatan tertinggi di bidang intelijen negara gagal menjalankan tugasnya sehingga jabatan tersebut kembali diserahkan kepada militer, Letjen Marciano Norman.
"Padahal dalam era demokratisasi modern, institusi intelijen negara harusnya dipegang sipil," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S. Pane dalam keterangan pers hari ini, (Minggu, 23/10).
Menurutnya, pergantian Sutanto ke Marciano Norman akan berefek buruk bagi citra dan kinerja Polri ke depan. Karena pergantian ini akan membawa perubahan radikal di tubuh BIN. Sebab Sutanto telah memasukkan 16 jenderal polisi untuk memegang posisi yang sebelumnya dijabat perwira militer.
IPW berharap Marciano dapat membawa BIN menjadi profesional dan dapat melakukan deteksi dini terhadap pihak-pihak asing yang berusaha merongrong NKRI, baik rongrongan sosial, politik maupun ekonomi.
"Dengan begitu BIN di bawah Marciano tidak dituding sebagai alat kekuasaan, untuk mengantisipasi 2014 dan mengawal serta menggolkan kader SBY di Pilpres 2014," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: