dari jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan, meski dia menengarai dirinya diganti karena keras menolak kebijakan impor garam.
Tapi, hal itu ditepis Ketua DPP Partai Partai Demokrat, Herman Khaeron. Kata Wakil Ketua Komisi VI DPR, yang menjadi mitra Fadel selama ini, alasan pencopotannya tak berhubungan dengan kebijakannya dan ribut-ribut dengan menteri lain di Kabinet Indonesia Bersatu II.
"Lebih karena dilatarbelakangi, Pak Fadel itu kan menteri dari Partai (Golkar). Jadi saya kira itu adalah atas
reasoning partai. Karena jelas juga yang menggantikannya (Cicip Sutardjo) atas usulan Partai (Golkar)," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Minggu, 23/10).
Karena itu menurutnya, lebih baik Fadel Muhammad mempertanyakan kepada Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie pencopotan dirinya daripada meradang ke sana-kemari. Meski, dia menyarankan, Fadel menerima saja apa yang diputuskan Presiden SBY, sebagai pemilik hak prerogatif.
"Pak Fadel ketika kemudian diganti, semestinya terima saja. Bahwa ini adalah sebuah keniscayaan. Sebuah jabatan itu, kita ada diangkat, ada diturunkan. Kan begitu saja," demikian Herman.
[zul]
BERITA TERKAIT: