Makanya, PAN mendesak agar pimpinan partai koalisi kembali mengadakan pertemuan.
"Jadi sebaiknya dalam waktu dekat ini, setelah penataan kabinet rampung, pimpinan partai koalisi juga secepatnya bertemu untuk membangun komitmen baru ke depan ini bagaimana," kata Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Jumat, 21/20).
Pertemuan pimpinan partai koalisi ini penting termasuk membicarakan agar isu-isu, komentar, dan manuver partai dihentikan. Misalnya, PKS yang masih berwacana akan keluar dari kabinet karena salah satu kadernya dicopot SBY. Pasalnya, isu
reshuffle sudah selesai dengan telah dilantiknya para menteri dan wakil menteri baru.
"Manuver-manuver itu kontraproduktif. Kita harapkan kabinet ini lebih fokus," ungkap politikus muda ini.
Meski begitu, tidak perlu ada penekanan atau permintaan khusus kepada PKS agar ke depan seirama dengan partai koalisi. Karena menurutnya, dengan memutuskan bergabung di koalisi, itu sudah dengan sendirinya PKS mau sejalan dan bekerja sama. "Memang sudah seharusnya begitu," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: