"Dengan mundurnya salah seorang calon kuat, tentu saja membuat kompetisi itu menjadi lebih mudah," kata Tantowi Yahya kepada
Rakyat Merdeka Online siang ini (Rabu, 19/10).
Meski begitu, Tantowi, yang berharap tiket dari Golkar ini memandang, perebutan kursi DKI Jakarta 1 tetap tidak sederhana dan tidak mudah. Terutama, pada saat menghadapi Fauzi Bowo. Karena pejabat
incumbent itu tentu saja sudah menanamkan investasi sosial, menguasai infrastruktur dan mempunyai
network yang luas.
Nah, untuk menghadapi Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, Tantowi sudah berkomunikasi untuk menggandeng partai politik yang sebelumnya telah menyatakan dukungan kepada Djan. "Dengan mundurnya dia (Djan), maka ada kemungkinan kita bisa mendapat dukungan dari partai-partai tersebut. Dengan itu membuat langkah kita bersaing dengan
incumbent menjadi mudah," terang anggota Komisi I DPR ini.
Golkar sendirinya, katanya menambahkan, baru akan mengumumkan siapa calon yang akan didukung paling lambat akhir November, bulan depan. Menurutnya, tidak masalah terlambat dengan kandidat lain yang sudah deklarasi, daripada tidak deklarasi sama sekali.
[zul]
BERITA TERKAIT: