"Karena dari sisi profesionalitas yang diharapkan oleh publik itu bisa dialamatkan atau dibebankan tanggung jawabnya kepada mereka-mereka yang duduk sebagai wakil menteri," kata Sekjen DPP PPP Romahurmuzy kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Selain itu, masih kata politisi muda yang akrab disapa Romi ini, Wamen harus memiliki pembidangan tugas yang jelas. Agar, sang Wamen tidak hanya bekerja 'menggunting pita' dan menghadiri seminar atau diskusi.
"Karena selama ini yang terjadi begitu. Meski tidak semua, tapi ada yang begitu," ungkapnya.
Bukankah berarti penunjukan wakil menteri ini menunjukkan sang menteri tidak profesional sehingga harus ditempel oleh Wamen?
"Sebenarnya itu salah kaprah. Karena menteri-menteri ini tugasnya mengambil kebijakan berdasarkan pertimbangan politik atas ajuan yang secara profesional diajukan dirjen-dirjennya. Kan tugas menteri itu memilih opsi-opsi yang ada," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: