Bahkan yang teranyar, Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat Marzuki Alie berdoa agar Menteri Mari dicopot dari jabatan yang telah diembannya selama dua periode.
Apa tanggapan Istana atas desakan banyak kalangan termasuk doa dari Marzuki Alie tesebut?
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa santai menanggapi hal tersebut. Menurutnya, desakan itu merupakan hal yang lumrah.
"Saat seperti ini, penolakan atau dukungan, yang spontan atau yang dimobilisasi, yang beridentitas jelas atau anonim, yang dinyatakan melalui unjuk rasa pesanan atau SMS tak bernama, datang silih berganti," kata Daniel kepada
Rakyat Merdeka Online. "Kadang tidak selalu mudah untuk membedakan mana yang sari atau sampah. Presiden SBY memakai pertimbangan yang jauh lebih reliabel dalam memutuskan siapa datang, siapa pergi, atau geser. Bukan komentar yang membuat seorang menteri berhenti atau lanjut dari kabinet," demikian Daniel.
[zul]
BERITA TERKAIT: