Partai Demokrat menepis anggapan banyak kalangan bahwa Kabinet Indonesia Bersatu II mendatang akan bertambah gemuk dan tidak akan produktif.
"Jangan lihat
input-nya, kurus atau gemuk. Lihat nanti, bermanfaat atau tidak. Itu yang penting. Gemuk sehat kan lebih baik dari kurus letoy," kata Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana kepada
Rakyat Merdeka Online, (Minggu, 16/10).
Selain itu, masih kata politisi senior ini, Presiden SBY pasti memiliki alasan menambah pos wakil menteri di beberapa kementerian tersebut.
Sutan sendiri memandang, beberapa kementerian memang ada yang butuh wakil menteri karena kompleks dan cakupan yang wewenang kementerian yang demikian luas. Seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
"Pagi (menteri) di Komisi VII (DPR), siang di Komisi XI dan malam di Banggar (Badan Anggaran). Jadi kapan urus departemen. Kalau memang butuh, nggak ada masalah," ungkapnya.
Saat ini, terang Sutan, belum waktu yang tepat untuk mengomentari keputusan SBY yang menambah pos wakil menteri di beberapa kementerian. Menurutnya, biarlah para pembantu Presiden itu bekerja lebih dahulu. "Tunggu setahun atau 100 hari, (setelah mereka bekerja) baru dikomentari. Kita berharap kebijakannya pro rakyat," tandas Sutan.
[zul]
BERITA TERKAIT: