Karena itu, Ketua DPP Partai Demokrat Sutan Bhatoegana memahami keresahan banyak kalangan terhadap Menteri Mari, termasuk Ketua DPR Marzuki Alie yang mendoakan agar mantan pengamat CSIS itu di-
reshuffle dari Kabinet Indonesia Bersatu II. Karena hampir semua kebutuhan pangan, seperti garam, cabai, dan kentang diimpor terutama dari China.
"Kalau semua impor, tidak ada kemandirian. Padahal tujuan kita berbangsa dan bernegara adalah mandiri di bidang ekonomi salah satunya. Supaya kita tidak tergantung," kata Sutan kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Sutan menegaskan, rakyat Indonesia tidak boleh dimanjakan dengan impor pangan, meskipun harganya murah. Karena salah satu dampaknya juga, petani akan malas ke sawah atau ladang.
"Kalau satu saat
stop impor, bisa goyang kan (Indonesia). Jadi bisa dipahami apa yang dimaksud Pak Marzuki Alie dan kawan-kawan itu," kata politikus senior ini.
Meski begitu, Sutan tidak sampai berdoa, seperti dilakukan Marzuki Alie. Karena menurutnya, doa itu harus bertujuan positif. Meminta orang supaya turun dari jabatan bukan maksud baik. "Tapi kalau berdoa agar (Menteri Mari) sadar tidak lagi (mengeluarkan kebijakan) impor, itu baru bagus," akunya.
Selain itu, masih kata Sutan, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden SBY sebagai
user soal posisi Menteri di KIB II. SBY pasti punya alasan memilih dan mempertahankan seseorang menjadi menteri.
[zul]
BERITA TERKAIT: