Demikian dikatakan Ketua Umum PP. Pemuda Muhammadiyah, Saleh P. Daulay kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
"PKS selalu saja tidak bersikap kooperatif dengan keinginan SBY. Hal ini terbukti dengan sikap dan pandangan PKS dalam menyikapi masalah kasus
bailout Bank Century dan pembentukan Panitia Khusus Mafia Pajak di parlemen beberapa waktu lalu," kata Saleh.
Saleh mengatakan hal tersebut memperkuat alasan bahwa Presiden SBY harus menghukum partai yang saat ini dipimpin oleh Luthfi Hasan Ishaaq tersebut pada momentum
reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II ini.
"Di saat SBY butuh dukungan mereka (PKS) di parlemen, mereka ramai-ramai menolak mendukung. Sementara, di saat SBY mau me-
reshuffle kabinet, mereka seakan-akan hendak menyatakan bahwa merekalah pendukung SBY dari awal, sehingga menteri mereka tidak boleh diganti begitu saja," tambah Saleh.
[zul]
BERITA TERKAIT: