Tapi SBY menjelaskan itu dalam konteks riil politik, dimana pemerintah berkoalisi dengan partai koalisi.
Hal itu ia katakan kepada
Rakyat Merdeka Online yang menghubunginya pagi tadi.
"Jadi itu kan konteksnya karena dikatakan lebih baik posisi menteri diisi kelompok profesional yang non partisan. Mestinya tidak boleh melihat begitu. Karena bagaimana pun yang diutamakan adalah profesionalisme maupun prestasi yang bersangkutan. Bahwa kemudian dia berasal dari partai politik atau bukan dari partai politik, itu tidak perlu dipermasalahkan.Yang penting kan orang yang tepat, betul-betul mumpuni di bidangnya, mempunya kapasitas yang bisa menjalankan dan memimpin kementerian yang dibawahinya. Jadi itu konteksnya," tegas Julian.
Dalam konteks itu, Julian pun menegaskan bahwa Presiden dalam hal perombakan kabinet tidak menunggu hasil Rapat Pimpinan Nasional partai politik tertentu, dalam hal ini PKS.
"Jadi kalau ada spekulasi di luar yang mengatakan bahwa Presiden menunggu hasil Rapim PKS, saya kira itu adalan pandangan dari luar. Pandangan dari mereka yang melihat seperti itu, wajar-wajar saja," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: