Setidaknya 100 tentara telah dikerahkan pemerintah AS untuk menumpas kelompok yang dikenal dengan pasukan perlawanan Tuhan atau LRA (Lord's Resistence Army). Kelompok ini dituduh sebagai pelaku tindak kekerasan, pembunuhan massal, pemerkosaan dan penculikan di Uganda.
Melaui sepucuk surat, Obama mengatakan telah mengirim pasukan bersenjata AS ke Afrika Tengah untuk membantu pasukan di daerag tersebut dalam menumpas LRA. Namun, meski pasukannya dilengkapi dengan peralatan militer lengkap, Obama mengingatkan pasukannya untuk tidak melancarkan serangan langsung ke LRA kecuali dalam keadaan terdesak.
"Pasukan disiapkan untuk waktu yang lama sesuai dengan kebutuhan sampai pasukan kawasan bisa bergerak secara independen," ujar jurubicara Gedung Putih yang tak disebutkan namanya seperti dikutip
BBC (Sabtu, 15/10).
Kelompok ini diduga telah membunuh sedikitnya 30 ribu orang selama kurun waktu 20 tahun. LRA juga dikenal sering menculik anak laki-laki untuk kemudian dijadikan anggotanya. Kelompok yang dipimpin oleh Joseph Kony ini juga masuk dalam daftar organisasi teroris AS dan beroperasi di kawasan Afrika Tengah seperti Kongo, Sudan Selatan dan Uganda.
[dem]
BERITA TERKAIT: