Patrialis Akbar: Penghargaan HAKI Masih Rendah

Kemenkumham Gandeng UMJ

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 14 Oktober 2011, 10:59 WIB
Patrialis Akbar: Penghargaan HAKI Masih Rendah
PATRIALIS AKBAR
RMOL. Kemajuan ilmu pengetahuan dewasa ini dinilai sangat positif. Namun demikian, penghargaan terhadap ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang hak kekayaan intelektual masih sangat rendah.

Hal itu dikatakan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, ketika menyampaikan ceramah dan peresmian Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Jumat (14/10). Menurut Patrialis, dibanding luar negeri, kesadaran terkait HAKI masih minim.

"Kesadaran ini harus dipupuk terus, karena salah satu ciri konkret kemajuan bangsa kita adalah banyaknya hak kekayaan intelektual dan pengembangannya di masyarakat," kata Patrialis.

Dalam catatan Patrialis, China adalah negara terbanyak yang mengembangkan dalam bidang HAKI tersebut. Untuk itulah, lanjut Menteri Patrialis, Kemenkumham menjalin kerjasama dengan UMJ untuk memajukan potensi dan mengembangkannya di bidang kekayaan intelektual. UMJ tercatat sebagai satu-satunya universitas swasta Indonesia yang dipilih Kemenkumham untuk pengembangan kerjasama ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA