Jurubicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging, dalam keterangan persnya ke
Rakyat Merdeka Online (Senin petang, 10/10), mengatakan, kunjungan itu berarti keprihatinan besar umat Kristen sedunia atas terjadinya diskriminasi pada GKI Yasmin yang telah memenuhi segala perizinan yang berkait dengan pendirian rumah ibadah, bahkan telah dikuatkan oleh Mahkamah Republik Indonesia dan Ombudsman Republik Indonesia. Walter Altman dalam kunjungannya akan didampingi pengurus Sinode Gereja Kristen Indonesia dan pengurus Gereja Kristen Indonesia di Kota Bogor.
Bona kemudian menjelaskan bahwa Dewan Gereja-gereja Dunia telah menerima laporan diskriminasi pada GKI Bapos Taman Yasmin sejak beberapa waktu yang lalu, seiring dengan perhatian besar lembaga-lembaga Hak Asasi Manusia seperti Human Rights Watch dan Amnesty International bahkan Uni Eropa dan Komisi Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Di sisi lain, Dewan Gereja-gereja Dunia juga menerima informasi penuh dan kuat tentang bagaimana kelompok-kelompok lintas iman selama ini selalu memberikan dukungan kepada jemaat GKI Bapos Taman Yasmin.
"Walter Altman berharap bahwa diskriminasi ini akan segera diakhiri dengan tanpa pernah menggunakan kekerasan, dan dengan selalu berpandukan pada kasih dan keadilan pada semua manusia. Dia berharap Indonesia dapat memainkan peran penting dalam menunjukkan contoh baik yang dapat menjadi rujukan masyarakat dunia, bagaimana sebuah negara memastikan dilindunginya hak-hak warganegara dalam beribadah termasuk bagi kaum minoritas," papar Bona.
Kericuhan terakhir menyangkut keberadaan GKI Yasmin terjadi kemarin,
kala petugas Satpol PP akan mengevakuasi jemaat GKI Yasmin, di Jalan Abdullah bin Nuh, Bogor, Jawa Barat, ke lokasi gedung Harmoni. Jemaat GKI Yasmin yang hendak memulai peribadatan di trotoar jalan, karena bangunan gereja masih digembok secara ilegal oleh Walikota Diani Budiarto, terlibat saling dorong dengan petugas.
[ald]
BERITA TERKAIT: