Karena, Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan telah bekerja dan menyodorkan kepada Presiden bagaimana nilai kinerja para menteri. Selain itu, Presiden juga sudah memegang fakta integritas dari semua menteri.
"Seharusnya (SBY) sudah tahu persis siapa dan pos mana menteri-menteri yang akan di-
reshuffle," kata Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto kepada
Rakyat Merdeka Online pagi tadi.
Tapi sayang, SBY tidak langsung mengeksekusi. Tapi malah mendramatiasi wacana
reshuffle KIB II. Karena Gun Gun melihat, SBY terlalu lama membuat isu
reshuffle ini
ngambang. Dia kuatir ada efek negatif dari sikap SBY yang berlama-lama tersebut.
"Jangan sampai membuka kesempatan para politisi yang menjadi investor politiknya kembali leluasa
bergaining tentang komposisi kabinet yang sulit SBY tolak," ungkap Gun Gun.
Dan apa yang dikuatirkannya itu tampaknya sudah terjadi. Karena SBY terlalu lama dalam memutuskan
reshuffle ini, pada akhirnya membuka ruang dialog. Ruang dialog bisa saja berubah menjadi ruang
bargaining."Ruang
bargaining ini tidak seluruhnya produktif untuk publik. Tapi lebih menjaga politik harmoni. Maka saya bisa menyimpulkan, kalau terlalu, maka
reshuffle ini, sama seperti kita menunggu kabinet tambal sulam," jelasnya.
Dalam konteks itu, Gun Gun teringat film
Godfather setelah melihat tingkah polah elit partai koalisi dan melihat menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II. PKS misalnya mengancam akan membuka kontrak koalisi dengan Presiden SBY kalau menterinya diganti.
Begitu juga dengan Menteri Perhubungan Freddy Numberi yang, di satu kesempatan menegaskan bahwa dirinya adalah politisi Demokrat dan perwakilan dari Papua. Ini mengindikasikan bahwa dirinya tidak akan dicopot. Hal ini tentu akan membuat SBY tidak bebas mengambil keputusan.
"Parpol-parpol itu meniru ucapan Don Corleone ke Johnny Fontane tentang Woltz dalam film
Godfather. Corleone bilang begini, "
I'am gonna make him an offer he can't refuse!" Jadi kalau SBY berada dalam keinginan para 'GodFather' parpol, ya pastinya
reshuffle tak akan membawa arti apa-apa lagi," ungkapnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: