Hal itu dikatakan pengamat politik Iberamsjah dalam diskusi tentang
reshuffle, 'Kabinet Neolib Babak Baru' di Rumah Perubahan," di Komplek Pertokoan Duta Merlin, Jalan Gajah Mada, Jakarta, (Selasa, 27/9).
Karena tidak mau belajar, SBY akhirnya melakukan kesalahan yang sama pada saat membentuk KIB II. Akibatnya, dari 34 menteri pada KIB II, hanya 8 menteri yang betul-betul punya kompetensi. Itu artinya, SBY sendiri yang membelenggu dirinya sendiri dengan mengakomodasi partai politik.
"SBY telah menyandera dirinya sendiri. Dia membelenggu tangannya sendiri. Dalam sistem presidensial, presiden punya hak prerogatif penuh. Apalagi tahun 2009, konon, dia dipilih oleh 60% lebih rakyat. Seharusnya dia berani dan tegas dalam membentuk kabinet. Ibarat main sepak bola, sebagai kapten SBY lemah sekali. Jadi, bukan
reshuffle yang kita butuhkan, tapi ganti presiden secepatnya," ujar Iberamsjah.
[zul]
BERITA TERKAIT: