Apalagi, kata Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella, Presiden SBY sendiri sudah membentuk Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan untuk menilai kinerja menteri. Kalau memang Presiden tidak memanfaatkan penilaian lembaga yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto itu untuk mengevaluasi para pembantunya, buat apa SBY membentuk lembaga tersebut di awal KIB II.
"Presiden juga mengatakan akan mengevaluasi kapan pun kabinet ini, enam bulan, setahun dan sebagainya. Ini sudah dua tahun. Kalau kemudian
reshuffle ini tidak terjadi, maka publik akan menduga bahwa persolaan kesemrawutan sebenarnya ada di Presiden sendiri. Presiden menjadi sumber persoalan karena tidak
delivered ke menteriya," kata Rio kepada
Rakyat Merdeka Online petang ini.
Makanya, Rio kembali menegaskan, Presiden SBY harus merombak kabinet kalau memang ingin mengangkat kembali citra dan popularitasnya yang anjlok karena buruknya kinerja di sejumlah kementerian. Menurutnya, saat inilah momentum yang tepat untuk melakukan hal tersebut.
"Momentum ini ditunggu oleh rakyat untuk dia melakukan
reshuffle, ketika dua kementerian, satu sekjen dan satu sesditjen ditangkap KPK di kantor kemenetriannya. Ini kan luar biasa. Kalau Presiden menutup mata pada persoalan seperti itu, maka saya melihat bahwa kabinet ini sudah tidak bisa diharapkan lagi," tegasnya.
Dua kementerian yang disoroti saat ini adalah Kementerian Negara dan Pemuda Olahraga dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Wafid Muharram, Seskemenpora ditangkap terkait kasus suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games. Sedangkan Sekretaris Ditjen Pembangunan Kawasan Transmigrasi, I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan, Dadong ditangkap dalam kasus suap di kementerian tersebut.
[zul]
BERITA TERKAIT: