RESHUFFLE KIB II

Jangan Sampai SBY Dituding sebagai Sumber Masalah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 23 September 2011, 15:57 WIB
Jangan Sampai SBY Dituding sebagai Sumber Masalah
patrice rio capella/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memang harus merombak Kabinet Indonesia Bersatu II untuk memberikan harapan kepada masyarakat bahwa di sisa masa pemerintahannya, yang tinggal tiga tahun lagi ini, bisa melakukan perbaikan di negeri ini.

Apalagi, kata Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella, Presiden SBY sendiri sudah membentuk Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan untuk menilai kinerja menteri. Kalau memang Presiden tidak memanfaatkan penilaian lembaga yang dipimpin Kuntoro Mangkusubroto itu untuk mengevaluasi para pembantunya, buat apa SBY membentuk lembaga tersebut di awal KIB II.

"Presiden juga mengatakan akan mengevaluasi kapan pun kabinet ini, enam bulan, setahun dan sebagainya. Ini sudah dua tahun. Kalau kemudian reshuffle ini tidak terjadi, maka publik akan menduga bahwa persolaan kesemrawutan sebenarnya ada di Presiden sendiri. Presiden menjadi sumber persoalan karena tidak delivered ke menteriya," kata Rio kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.

Makanya, Rio kembali menegaskan, Presiden SBY harus merombak kabinet kalau memang ingin mengangkat kembali citra dan popularitasnya yang anjlok karena buruknya kinerja di sejumlah kementerian. Menurutnya, saat inilah momentum yang tepat untuk melakukan hal tersebut.

"Momentum ini ditunggu oleh rakyat untuk dia melakukan reshuffle, ketika dua kementerian, satu sekjen dan satu sesditjen ditangkap KPK di kantor kemenetriannya. Ini kan luar biasa. Kalau Presiden menutup mata pada persoalan seperti itu, maka saya melihat bahwa kabinet ini sudah tidak bisa diharapkan lagi," tegasnya.

Dua kementerian yang disoroti saat ini adalah Kementerian Negara dan Pemuda Olahraga dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Wafid Muharram, Seskemenpora ditangkap terkait kasus suap proyek pembangunan wisma atlet SEA Games. Sedangkan Sekretaris Ditjen Pembangunan Kawasan Transmigrasi, I Nyoman Suisnaya dan Kepala Bagian Program Evaluasi dan Pelaporan, Dadong ditangkap dalam kasus suap di kementerian tersebut. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA