Tapi kecurigaan itu langsung ditepis Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar, yang dihubungi
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
"Kalau itu (minta tambahan menteri) tidak ada. Dari segi kepentingan Golkar, tidak ada tersirat maupun tersurat adanya satu agenda khusus agar orang dari Golkar ditambah. Sama sekali tidak ada," kata Akbar meyakinkan.
Golkar, masih kata mantan Ketua DPR ini, menyerahkan sepenuhnya perombakan kabinet kepada Presiden SBY. Karena itu adalah hak prerogatif Presiden. Makanya, Golkar siap bila kadernya dicopot, dan sebaliknya menerima bila mendapat kursi tambahan menteri.
"Ya tentu harus siap. Termasuk siap juga, kalau misalnya ada orang Golkar ternyata diganti. Kita harus siap, Dan siap bilamana ada orang Golkar dipercaya untuk masuk kabinet. Dua-duanya kita siap," demikian Akbar.
[zul]
BERITA TERKAIT: