"Kami selaku partai yang berada di luar koalisi menyambut positif untuk dilakukannya
reshuffle oleh Presiden. Karena kita tahu bahwa saat ini perlu ada penyegaran dan pemantapan kembali formasi kabinet. Karena kita lihat saat ini pembantu-pembantu yang berada di sekitar Presiden beberapa ada yang tidak
perform," katanya.
Sebagai partai oposisi, kata Saleh, pihaknya sebenarnya tidak ingin mencampuri urusan perombakan kabinet. Karena itu adalah hak prerogatif Presiden.
"Tapi selaku anak bangsa, kami terpanggil (untuk menegaskan) memang hal itu harus dilakukan. Hal ini demi keberlangsungan dan kemajuan dari bangsa kita," tandasnya.
Meski begitu, Hanura tidak mau membeberkan siapa menteri yang memak layak dicopot. "Kita nggak mau menyebut jumlah itu. Karena itu sudah masuk tugas dan hak prerogatif Presiden," tegasnya.
Hanura sendiri sudah memutuskan untuk tetap berada di luar pemerintahan. Hal itu dikatakan Saleh saat ditanyakan, bagaimana sikap Hanura bila diajak SBY bergabung dalam KIB II. "Biarkan lah kita berada di luar (pemerintahan), sebagai penyeimbang," demikian politisi muda yang duduk di Komisi V DPR ini menandaskan.
[zul]
BERITA TERKAIT: