"Karena itu saya yakin
reshuffle (KIB II) tinggal menghitung hari. Saya yakin kali ini betul terjadi," kata Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
"Namun saya berharap
reshuffle tidak hanya dilakukan karena pertimbangan politis atau kebutuhan konsolidasi partai tertentu. Namun betul-betul akan jadi momentum baru untuk berantas korupsi dan pulihkan kepercayaan rakyat," tambah politisi muda ini.
Meski begitu Bima tidak mau menyebutkan siapa menteri yang layak dicopot dari pemerintahan. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden SBY, yang memegang hak prerogatif.
"Itu prerogatif Presiden. Tapi yang jelas yang masuk (kabinet) haruslah figur yang integritasnya tak diragukan dan anti korupsi. Bahkan Bila perlu, beri kursi bagi aktivis LSM yang bersih dan punya integritas. Supaya tak hanya berjuang di luar sistem melalui wacana," jelasnya.
Selain Bima, Ketua Fraksi PAN Tjatur Sapto Edy juga yakin SBY akan merombak kabinet. Tapi berbeda dengan Bima yang menilai pengumuman
reshuffle KIB II tinggal menghitung hari, Tjatur mengatakan pada Oktober.
Pernyataan pentolan PAN itu menimbulkan dugaan bahwa elit partai berlambang matahari biru itu yakin tiga kadernya yang duduk di pemerintahan, Hatta Rajasa, Patrialis Akbar dan Zulkifli Hasan, tidak akan diganti bila memang SBY merombak kabinet. Betulkah demikian?
"Kita serahkan saja semua pada Presiden. PAN selalu siap, siap dicopot, siap pula diberi tambahan kursi," jawab Bima sambil tertawa.
[zul]
BERITA TERKAIT: