"Mungkin kebijakan-kebijakan yang digariskan oleh Setgab sudah berjalan sebagaimana diharapkan dan ini kan lagi bulan puasa. Bulan lan lalu kan masih ada pertemuan Setgab," kata Fuad kepada
Rakyat Merdeka Online malam ini )Selasa, 23/8).
Fuad mengingatkan bahwa Setgab menggelar rapat kalau ada hal-hal yang urgen untuk dibicarakan. Karena itu rapat Setgab tidak perlu sering digelar.
"Setgab-kan bukan dibentuk untuk pertemuan tiap hari. Ketika ada kebijakan-kebijakan yang akan dikeluarkan itulah yang akan dibicarakan bersama," ungkapnya.
Makanya, terkait dengan akan dilaksanakannya
fit and proper test calon pimpinan KPK, mungkin saja Setgab SBY-Boediono akan menggelar rapat.
"Akan dilihat dari urgensinya. Kalau memang ini (urgen), pasti Setgab akan duduk membicarakannya," tandasnya.
Fuad menambahkan, Partai Golkar tidak akan pernah lepas tangan dari Setgab. Golkar punya kepentingan akan keberadaan Setgab. Karena Setgab punya kaitan dengan pemerintahan yang saat ini Golkar menjadi bagian darinya.
"Golkar tak pernah lepas tangan untuk (membangun) pemerintahan agar tetap stabil. Kalau tidak (stabil), rakyat yang akan dirugikan," demikian Fuad.
Kemarin, Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar mengeluhkan rapat Setgab tidak digelar dalam sebulan terakhir. Padahal ada komitmen untuk rapat dua atau tiga minggu sekali untuk membahas sembilan Rancangan Undang-Undang. "Buka puasa antaranggota Setgab pun tidak pernah. Sampai puasa tinggal 8-9 hari lagi," kata Marwan.
[dem]