Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta, Habib Salim Alatas mengatakan, FPI mendapat banyak laporan dari masyarakat dan ormas tentang sepak terjang Greenpeace yang semakin meresahkan di Indonesia. Menurutnya, ada tiga dosa yang dilakukan LSM asing yang bermarkas di Belanda itu.
Pertama, keberadaan Greenpeace di Jakarta sebagai LSM adalah liar karena tidak melapor dan terdaftar di Kesbangpol DKI Jakarta. Dosa kedua, sebagai LSM liar Greenpeace sering melakukan kebohongan dengan data-data palsu dan menggunakan data tersebut untuk menjelek-jelekkan Indonesia di luar negeri.
"Greenpeace sebagai LSM asing, LSM kafir jelas sudah melanggar hukum. Pemerintah harus tegas terhadap LSM yang dibiayai negara-negara kafir. Jelas sekali kehadiran Greenpeace adalah perwakilan negara asing untuk menekan negara kita,'' ujar Habib Selon, sapaan akrab Habib Salim Alatas.
Dosa ketiga, lanjutnya, Greenpeace dalam membiayai kegiatannya disokong oleh dana haram yaitu dana lotere dari negara Belanda. Bukti yang tidak dapat dielakkan, kata Habib Selon, dapat dilihat di situs Greenpeace sendiri dengan alamat:
http://www.greenpeace.nl/Doneren/Nationale-Postcode-Loterij/.
"Dalam situs tersebut terpampang foto perwakilan Greenpeace menerima dana haram dari lotere di Belanda dan Eropa. Untuk tahun 2010 saja, Greenpeace menerima dana 2.250.000 poundsterling atau senilai Rp 31,153,525,795 dari Postcode Lottery. Ini duit haram, duit judi. Ini LSM Greenpeace udah kagak bener, FPI bakal usir mereka dari Jakarta,'' tegas Habib.
Atas dasar tersebut, FPI mendesak pemerintah dalam hal ini, Kemendagri, Kemenhuk dan HAM harus segera mengusir dan melarang kegiatan Greenpeace di Indonesia. Pemerintah dapat meniru langkah pemerintah Kanada, Selandia Baru dan Cina yang telah mengusir dan mengharamkan Greenpeace di negaranya.
''Greenpeace tidak lebih hanya komprador-komprador kaki tangan negara asing, negara-negara kafir. Greenpeace dengan dana haramnya memang sengaja disetting untuk menekan negara-negara berkembang seperti Indonesia,'' jelasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: