Rizal Ramli: Nazaruddingate Lucu, Tapi Rakornas Demokrat Lebih Lucu Lagi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 25 Juli 2011, 18:14 WIB
Rizal Ramli: Nazaruddingate Lucu, Tapi Rakornas Demokrat Lebih Lucu Lagi
rizal ramli/ist
RMOL. Baru di Indonesia ada presiden yang tidak bisa memerintahkan Kapolri untuk menangkap buronan yang dicari-cari Interpol. Kalau sudah begini, tidak berlebihan bila dikatakan bahwa baik Presiden SBY dan Kapolri Jenderal Timur Pradopo mempermalukan Indonesia di mata dunia.

"Seharusnya SBY bisa tegas memerintahkan Kapolri dan menjatuhkan sanksi kepadanya bila tak bisa menjalankan tugas. Itu jauh lebih baik daripada SBY hanya mengimbau dan mengimbau dengan muka memelas. Ini lucu sekali," ujar tokoh oposisi DR. Rizal Ramli usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Senin siang (25/7).

Menurutnya, apa yang terjadi di Partai Demokrat merupakan gambaran dari kerusakan yang terjadi di level pemerintah pusat.

"Kejadian ini memperlihatkan kepada kita semua betapa pemerintahan ini, dari pucuk pimpinan sampai pelaksana, sudah tidak efektif lagi. Dan ini berbahaya," ujar mantan Menko Perekonomian ini lagi.

Bagaimana dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Demokrat? Apakah bisa diharapkan?

Menjawab pertanyaan ini, Rizal Ramli mengatakan:

"Rakornas Demokrat lebih lucu lagi. Bagaimana mau membersihkan partai itu dari korupsi bila figur-figur yang bermasalah masih diberikan posisi. Tapi memang sulit, kalau benar bersih-bersih, bisa jadi keluarga nomor satu pun kena," demikian Rizal Ramli. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA