Sebelumnya, Rano Karno sempat digadang-gadang PDI Perjuangan untuk maju pada pilgub DKI Jakarta. Bahkan, hasil survei Media Survei Indonesia dan The Future Indonesia yang dirilis Mei lalu, Rano Karno, bersama Tantowi Yahya dan Fauzi Bowo, masuk dalam tiga besar calon Gubernur DKI terpopuler.
Makanya, setelah Rano Karno 'meninggalkan' Jakarta, Tantowi dan Foke, sapaan Fauzi Bowo, kini semakin diincar partai-partai politik. Keduanya, saat ini didekati PKS dan PDI Perjuangan.
Hal itu diakui Ketua Tim Sukses Tantowi Yahya, Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR ini, tingkat popularitas dan elektabilitas Tantowi Yahya yang tinggi menjadi daya tarik yang cukup kuat bagi kandidat manapun.
"Sangat beralasan Tantowi menjadi rebutan tokoh dan partai politik karena selama ini popularitas dan elektabilitas Tantowi sangat baik. Tantowi menjadi barang cantik untuk Pilgub DKI Jakarta," tutur Ketua DPP Partai Golkar ini lewat keterangan pers yang diterima petang ini.
Sementara itu, di mata pengamat politik The Indonesian Institute Indra Pilliang, pindahnya Rano ke Banten harus bisa dimanfaatkan oleh kubu Tantowi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mempertahankan momentum. Tantowi, kata Indra, harus mampu menaikkan elektabilitasnya.
"Ini masih bisa dilakukan dengan cara mengintensifkan program yang selama ini dia kedepankan seperti Gerakan Cinta Jakarta," tutur Indra.
Hal lain yang perlu dilakukan adalah bersinergi dengan partai. Lebih lanjut Indra mengatakan Tantowi harus realistis, masih ada calon lain di tubuh Partai Golkar.
"Kalau TY berhasil dipilih partai, masih ada kerja lain, yakni mengamankan tiket pencalonan. Itu hanya bisa dilakukan dengan koalisi antar parpol," pungkasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: