"Dari awal kan dia sudah bilang, keberadaan Nasdem adalah ormas. Tapi ketika ada pihak-pihak yang menghendaki lebih cenderung ke politik, itu sudah melenceng dari komitmen awal, dia tidak sejalan lagi. Beliau sebagai panutan, bukan hanya di Jawa, tapi nasional, membuktikan bahwa pikiran, ucapan dan langkahnya satu," kata Ketua Bidang Informasi, Opini dan Pencitraan Partai Golkar Fuad Hasan Masyhur kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Jumat, 8/7).
Meski begitu, terkait dengan kader Golkar yang berada di Nasdem, Fuad mempersilakan apakah tetap di Ormas Nasdem atau mengikuti langkah Sultan keluar dari ormas besutan Surya Paloh tersebut.
"Masing-masing punya hak politik," ungkapnya.
Namun, dia memastikan, Partai Golkar tidak pernah khawatir suara Golkar akan tergerus dengan munculnya Partai Nasdem. Menurutnya, partai itu terlalu kecil untuk menjadi kekhawatiran di tengah banyaknya partai saat ini.
"Kader-kader yang ada di Golkar itu sangat militan. Tentunya sudah lama mengabdi di Golkar. Golkar adalah murni satu-satunya partai aliran nasionalis yang berkomitmen dengan Pancasila. Mereka cukup militan, mereka ingin membangun kesejahteraan rakyat. Tidak ada kekhawatiran itu," bebernya.
Apalagi saat ini, masih kata Fuad, mesin organisai partai berjalan efektif di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie. Karena itu, keberadaan Golkar, dia yakin semakin dirindukan rakyat. Terlebih setelah melihat respons masyarakat atas progam Kader Penggerak Teritorial Desa atau Karakterdes yang dicanangkan di Bandung pekan lalu.
[zul]
BERITA TERKAIT: