Tapi yang menarik, kecurangan pada pemilu lalu juga diduga dilakukan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, anggota DPR dari daerah pemilihan 1 Lampung.
Kemarin, calon anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa, Surya Utari melaporkan hal tersebut ke Panja Mafia Pemilu. Dia mengungkapkan, mestinya yang melenggang ke Senayan adalah dirinya. Tapi karena terjadi penggelembungan suara di tingkat pusat, akhirnya yang maju adalah Ahmad Muzani, saat ini anggota Komisi I DPR.
Apa tanggapan Permadi? Permadi mempersilakan hal tersebut untuk diusut tuntas.
"Silakan saja sepanjang bisa dibuktikan. Sikap Gerindra ya silakan. Sampai ke pengadilan, ke KPU, ke Mahkamah Konstitusi. Silakan diusut lagi. Kita taat hukum kok," kepada
Rakyat Merdeka Online, (Jumat, 8/7).
Tapi mantan anggota Komisi I DPR ini mengingatkan, bahwa Gerindra juga menjadi korban kecurangan Pemilu.
"Tapi jangan lupa, Gerindra juga bisa mengklaim, mestinya kita dapat 40 kursi kok tinggal 26. Itu pun mau diturunkan lagi jadi 16. Gila kan. Permainan apa ini," katanya mempertanyakan.
Apakah Ahmad Muzani akan dimintai keterangan?"Silakan saja. Saya waktu itu tidak termasuk di dalam panitia-panitia Pemilu atau apa. Itu ada yang urus, DPP mestinya yang urus," demikian Permadi.
Sejauh ini Ahmad Muzani sendiri belum bisa dimintai keterangan. Saat dihubungi, telepon selulernya tidak aktif.
[zul]
BERITA TERKAIT: