Gelar Pemilu Ulang daripada Dipimpin Presiden Palsu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 08 Juli 2011, 11:23 WIB
RMOL. Dugaan kecurangan Pemilihan Umum disinyalir tidak hanya terjadi di pemilihan legislatif, seperti yang saat ini diusut Panitia Kerja Mafia Pemilu. Tapi kecurangan juga diyakini terjadi di pemilihan presiden.



"Pasti dua-duanya curang. KPU-nya sama, MK-nya sama, pemilihnya sama, yang urus sama, saksi sama. Omong kosong kalau yang satu bersih, yang satu curang," tegas anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerakan Indonesia Raya, Permadi, kepada Rakyat Merdeka Online, (Jumat, 8/7).



Dia mengatakan, kalau memang ditemukan ada kecurangan yang sistematis pada pileg dan pilpres, harus digelar pemilu ulang.



"Kesimpulan saya, kalau sampai terjadi kecurangan yang luar biasa, batalkan Pemilu, bubarkan presiden, bubarkan DPR. Itu harus ada pemilu ulang," sambungnya.



Kalau presiden-DPR dibatalkan dan digelar pemilu ulang, bukankah itu akan menyebabkan terjadi kegaduhan politik baru? "Biarkan saja. Daripada diperintah orang (Presiden) palsu," jawabnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA