Hatta Bandingkan Peninggalan Utang Soekarno, Soeharto, dan SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 05 Juli 2011, 09:42 WIB
Hatta Bandingkan Peninggalan Utang Soekarno, Soeharto, dan SBY
soekarno/ist
RMOL. Pada hari ini, 5 Juli, pada 52 tahun silam, Presiden Soekarno mengeluarkan dekrit. Dekrit untuk membubatkan parlemen dan kembali UUD 1945.

Setelah mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959, Presiden membentuk Kabinet Kerja dengan program utama, memastikan sandang pangan, keamanan dan Irian Barat kembali ke pangkuan RI. Selain itu Jakarta resmi jadi Ibukota RI.

Karena, sebut aktivis Hatta Taliwang, waktu itu ada 3 kota yang jadi wacana ibu kota negara, yaitu Malang, Magelang dan Bandung.

"Sejak itu Jakarta dibangun besar-besaran. (Seperti ),  Monas, Jakarta by pass, Lapangan Merdeka, Lapangan Banteng, Semanggi, Stadion Senayan, Gedung DPR/MPR, (masjid) Istiqlal, Sarinah, Hotel Indonesia, dan lain-lain," beber Hatta pagi ini.

Tak hanya sampai di situ. Lanjut Hatta, Bung Karno juga membangun Angkatan Perang secara besar-besaran sehingga ABRI sangat disegani di Asia. Tapi yang menarik, dari keseluruhan proyek raksasa yang dibangun itu, Orde Lama hanya mewariskan hutang negara lebih kurang US$ 2,5 miliar.

Lalu Hatta membandingkan utang peninggalan Orde Lama dengan rezim Soeharto dan pemerintahan SBY saat ini.

"Rezim Soeharto mewariskan lebih kurang  US$ 70 M. Bandingkan hutang rezim sekarang ini juga puluhan milyar USD, tapi nggak tampak bekas. Karena tokoh-tokoh bangsa kita dulu (Orla) relatif tidak memperkaya diri. Banyak yang pensiun tak punya rumah pribadi," kata Hatta. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA