"Popularitas seorang naik-turun. Presiden dimana pun dalam memimpin mengalami pasang dan surut. Perasaan rakyat peka ketika ada masalah, sekalipun belum tentu kesalahan Presiden. Saya paham, barangkali ada kader demokrat berbuat kesalahan pasti amarahnya kepada SBY. Ada pejabat yang salah, lalu menimpakannya kepada SBY. Itulah pemimpin, apapun dikaitkan atau dtumpahkan kepada pemimpin," aku SBY saat diwawancara
Elshinta, (Senin petang, 4/7).
SBY mengaku bisa menerima hal tersebut. SBY mengaku tak terganggu dengan ulah kadernya, atau anak buahnya di eksekutif yang tidak dikehendaki rakyat, tapi kemudian ditimpakan kesalahannya kepadanya.
"Saya terima dengan sepenuh hati apapun resikonya. Saya tidak terganggu dengan itu semua. Saya akan terus bekerja untuk memperbaiki kinerja, agar kedepannya makin baik," tutupnya.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: