PAN: Instruksi SBY Tangkap Nazaruddin hanya Pencitraan!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 04 Juli 2011, 10:10 WIB
PAN: Instruksi SBY Tangkap Nazaruddin hanya Pencitraan<i>!</i>
taslim Chaniago/ist
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ternyata belum juga beranjak dari kebiasaan lamanya melakukan politik pencitraan. Perintah Presiden kepada Kapolri untuk menangkap Nazaruddin, yang saat ini dikabarkan berada di Singapura, juga dinilai bagian dari pencitraan.

"Saya melihat Presiden masih juga dalam taraf melakukan pencitraan, bahwa dia serius menangani korupsi dan tidak peduli (apakah itu) kader Demokrat (yang terlibat). Ini kan dalam rangka itu juga," kata anggota Komisi III DPR dari Fraksi PAN Taslim Chaniago kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Senin, 4/7).

Dia mengatakan instruksi itu sebagai pencitraan karena SBY hanya memerintahkan Kapolri menangkap mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat tersebut. Padahal, katanya, ada banyak koruptor Indonesia yang bersembunyi di Singapura. Menurutnya, mestinya SBY memerintahkan Kapolri untuk memulangkan semua koruptor tersebut.

"Semuanya harus dipulangkan. Makanya semua diperintakan. (SBY harus mengatakan), 'Saudara Kapolri saya minta dalam waktu dua bulan misalnya minimal harus membawa 10 orang.' Supaya jelas. Jangan hanya Nazaruddin. Korupsi Nazaruddin juga belum tentu lebih besar dari yang lain," tandas Ketua PP Pemuda Muhammadiyah ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA