Tuntutan Rumah Murah Warnai Peringatan Kembalinya Hongkong ke Cina

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Sabtu, 02 Juli 2011, 22:48 WIB
Tuntutan Rumah Murah Warnai Peringatan Kembalinya Hongkong ke Cina
ilustrasi
RMOL. Setiap tanggal 1 Juli, warga Hong Kong memperingati hari penyerahan Hong Kong ke tangan Cina. Peringatan 14 tahun kembalinya Hong Kong ke pangkuan Cina yang dilangsungkan kemarin diwarnai aksi demonstrasi. Puluhan ribu orang menolak kenaikan harga rumah atau properti dan usul beberapa masalah perubahan politik.

Akibat insiden tersebut ratusan demonstran ditahan polisi setempat. Polisi melakukan penahanan setelah sebagian pengunjuk rasa menolak pergi dari pusat kawasan bisnis pada Sabtu pagi (2/7). Polisi menggunakan semprotan air pedas untuk membubarkan aksi protes itu.

"Untuk memulihkan ketenteraman dan ketertiban, serta untuk menjamin keselamatan publik dan untuk memulihkan lalu lintas, polisi memutuskan untuk mengambil tindakan dan menahan para pengunjuk rasa," isi sebuah pernyataan polisi saat mengamankan aksi demonstrasi seperti dikutip BBC (Sabtu, 2/7).

Salah satu tujuan utama protes adalah menghalangi usul pemerintah untuk menghapuskan pemilihan celah dewan legislatif dan mengisi kursi yang kosong sesuai hasil pemilihan sebelumnya. Para demonstran melihat langkah ini sebagai pelanggaran terhadap hak-hak demokrasi. Mereka juga marah terhadap harga rumah yang membubung tinggi. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA