"Peraturan Pemerintah No 42 Tentang BP Migas mengatur Wakil BP Migas dan Deputi diangkat oleh Menteri dan diusulkan oleh Kepala BP MIGAS," ujar Sekretaris Jenderal Lisuma Indonesia, Dhika Yudhistira di Jakarta, (Kamis, 30/6).
Menurut Dhika, dari tiga nama yang diusulkan, hanya satu nama yang diangkat, sisanya diangkat tanpa usulan Kepala BP Migas.
"Pemilihan seperti itu merusak sistem yang ada di BP Migas. Menteri mengangkat Deputi tanpa melalui usulan Kepala BP Migas. Padahal peraturan pemerintah sudah jelas mengamanatkan Wakil dan Deputi BP Migas diusulkan oleh Kepala BP Migas. Tiba-tiba Darwin mengangkat orang-orang yang tidak sesuai dengan kapasitas,†katanya.
Dhika menilai proses itu cacat hukum dan harus segera dibatalkan demi tegaknya aturan. "Keputusan itu harus dibatalkan demi tegaknya sistem dan aturan yang berlaku. Keputusan Darwin dapat merugikan iklim investasi karena investor takut menteri yang bisa seenaknya menabrak aturan dan UU," kata Dhika.
Aroma politis pun kental dalam pemilihan tersebut. Menurutnya, kepentingan politik dan aroma kekuasaan menjadikan proses itu menuai kontroversi. Darwin dinilai memasukkan kepentingan partainya untuk mengamankan kebijakan pengaturan Migas.
"Pemilihan deputi itu bernuansa politis yang sangat kental. Pertimbangan profesional tidak menjadi prioritas pemilihan. Darwin mencoba memasukkan orang-orang partainya untuk mengamankan kebijakan minyak dan gas. Aroma politisnya begitu kuat tercium,†ungkapnya.
Kinerja kementerian ESDM sejak dipimpin Darwin tidak mengarah pada perbaikan di sektor energi. Darwin tak mampu mendorong dan menggenjot pemasukan APBN dari energi. Penguasaan asing dalam sektor Migas pun malah makin dominan.
"Mentri ESDM kami nilai tidak profesional. Dari beberapa kajian yang kami lakukan, indikator kegagalan D. Dari beberapa kajian yang kami lakukan, indikator kegagalan Darwin pun dengan jelas dapat diukur. Dalam waktu dekat akan kami paparkan berbagai kecacatan Darwin selama ia menjadi mentri ESDM," tegas Aswin Suhendra, aktivis BEM Se-Jakarta sekaligus Wakil Presiden BEM UIN Jakarta.
[dem]
BERITA TERKAIT: