Hal ini disampaikan Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie M Massardi kepada wartawan, Kamis (30/6). Juru bicara Presiden era KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini mengingatkan, karena daya kritis lembaga negara seperti DPR yang sudah dibiayai rakyat untuk mengontrol jalannya pemerintahan semakin tumpul dan mandul akibat kentalnya politik pragmatisme di parlemen, maka elemen masyarakat yang telah memilih jalan kritis harus tetap lantang menyuarakan jeritan rakyat.
"Saya percaya, TNI, terutama TNI AD, telah banyak belajar dari masa lalu (Orba). Pasti mereka tidak akan mau lagi dipakai menjadi alat kekuasaan dan berhadapan dengan rakyat, meskipun pemimpinnya adik ipar RI-1," katanya.
Tokoh yang dekat dengan kiai-kiai NU ini memang menyesalkan pengangkatan Pramono Edhie Wibowo menjadi KSAD.
"Meskipun telah melalui prosedur yang dianggap benar, tapi pengangkatan ini tetap saja menimbulkan aroma KKN baru yang menyengat. Kurang elok untuk pendidikan politik generasi baru," katanya.
Adhie sendiri mengaku akan tetap kritis melihat gaya pemerintahan Yudhoyono yang lamban, kurang berpihak kepada rakyat kecil dan tidak jelas sikapnya dalam pemberantasan korupsi yang makin parah di negeri ini.
[ald]
BERITA TERKAIT: