"Saya mengukur dan mengkalkulasi diri dulu," kata Joko yang juga Walikota Solo ini kepada
Rakyat Merdeka Online di sela-sela acara peresmian Pusat Studi dan Pendampingan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Aula Universitas Sebelas Maret, Solo, oleh Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan (Selasa, 28/6).
Sambil bergurau pria yang akrab disapa Jokowi ini mengatakan, dirinya belum selesai dalam mengkalkulasikan segala sesuatunya sehingga belum ada kesimpulan apakah akan maju atau tidak menjadi orang nomor satu di Ibukota. Memang sejauh ini, namanya disebut-sebut bakal diusung oleh partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu.
"Kalkulasinya harus melihat peta lapangan, peta masalah, peta penerimaan, kan gitu. Kita kan ingin bekerja dan bermanfaat. Kalau tidak ngapain lah. Saya di daerah saja," ungkap walikota yang disebut Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo sebagai Walikota bodoh karena berani menentang rencananya membangun mall di Solo.
Apakah Bapak siap jadi calon Gubernur DKI Jakarta bila PDIP memutuskan menunjuk Bapak?
"Kan (PDIP) belum (memutuskan)," kilahnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: