Sementara itu, otoritas Malaysia telah menahan sekitar 60 orang dari berbagai kota, yang sebagian dari mereka ditahan karena membagikan selebaran politik.
Penahanan terhadap pendukung oposisi terjadi setelah Perdana Menteri Najib Razak dan Kepala Kepolisian Nasional Ismail Omar pada akhir pekan meminta agar warga Malaysia menghindari demonstrasi yang digelar oleh oposisi pada 9 Juli nanti karena bisa menyebabkan terjadinya kerusuhan. Najib menuduh para oposisi yang mendukung rencana demo itu berniat untuk melakukan kerusuhan karena menginginkan kekuasaan.
"Jika kalian ada keberanian, bertarunglah dalam pemilihan umum. Jika tidak ada keberanian, apa boleh buat. Silakan buat (aksi) di jalanan, dan anda akan tahu akibatnya," kata Perdana Menteri Najib Razak, sebagaimana dilansir kantor berita resmi Malaysia
Bernama (Minggu, 26/6).
Sementara itu, aktivis politik independen yang didukung pemimpin oposisi Anwar Ibrahim berharap dapat mengumpulkan puluhan ribu orang untuk mengelar demonstrasi dan menuntut perubahan sistem pemilu nasional, yang akan digelar pada tahun mendatang.
[yan]
BERITA TERKAIT: