Najib Razak Tantang Anwar Ibrahim di Pemilu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 26 Juni 2011, 20:30 WIB
Najib Razak Tantang Anwar Ibrahim di Pemilu
najib razak/ist
RMOL. Penggalangan massa untuk aksi demonstrasi besar di Malaysia dan menuntut transparansi pemilu menuai kecaman dari pemerintah Malaysia. Polisi Malaysia sendiri sudah menahan belasan orang pendukung oposisi untuk menghalangi demo besar yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 juli nanti.

Sementara itu, otoritas Malaysia telah menahan sekitar 60 orang dari berbagai kota, yang sebagian dari mereka ditahan karena membagikan selebaran politik.

Penahanan terhadap pendukung oposisi terjadi setelah Perdana Menteri Najib Razak dan Kepala Kepolisian Nasional Ismail Omar pada akhir pekan meminta agar warga Malaysia menghindari demonstrasi yang digelar oleh oposisi pada 9 Juli nanti karena bisa menyebabkan terjadinya kerusuhan. Najib menuduh para oposisi yang mendukung rencana demo itu berniat untuk melakukan kerusuhan karena menginginkan kekuasaan.

"Jika kalian ada keberanian, bertarunglah dalam pemilihan umum. Jika tidak ada keberanian, apa boleh buat. Silakan buat (aksi) di jalanan, dan anda akan tahu akibatnya," kata Perdana Menteri Najib Razak, sebagaimana dilansir kantor berita resmi Malaysia Bernama (Minggu, 26/6).

Sementara itu, aktivis politik independen yang didukung pemimpin oposisi Anwar Ibrahim berharap dapat mengumpulkan puluhan ribu orang untuk mengelar demonstrasi dan menuntut perubahan sistem pemilu nasional, yang akan digelar pada tahun mendatang. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA