Hal ini terkait bantahan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia atas pernyataan Menteri Marty dalam jumpa pers bersama Presiden SBY bahwa kerajaan Arab Saudi telah meminta maaf dan mengaku lalai, karena tidak memberitahu pemerintah Indonesia waktu eksekusi hukuman mati terhadap Ruyati, TKI asal Bekasi.
"Pertama kita sendiri tidak tahu kenapa kok Marty itu tiba-tiba menyimpulkan bahwa Dubes Arab itu menyampaikan maaf, dalam konteks apa. Tapi setelah kita mendengar langsung bahwa Dubes Arab tidak menyampaikan permintaan maaf baik secara pribadi maupun atas nama raja, tapi Marty mengatakan yang bersangkutan telah meminta maaf. Itu bagi kita yang disesalkan," kata anggota Komisi Hubungan Luar Negeri DPR Tantowi Yahya kepada
Rakyat Merdeka Online tadi malam.
Tantowi mengatakan hal tersebut di sela acara Gathering Cinta Jakarta di Bumi Harum Manis, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa dan pelajar ini, Tantowi menyerahkan hadiah dan penghargaan bagi para pemenang lomba fotografer dan penulisan essay tentang Jakarta yang digelar Gerakan Cinta Jakarta.
"Jelas itu satu kebohongan publik. Itu sangat kita sesalkan. Kenapa Menteri kita harus menutup-nutupi koleganya. Kalau memang misalnya yang bersangkutan itu tidak menyatakan permohonan maaf, ya sudah. Memang ternyata sikap pemerintah Arab Saudi seperti itu. Kenapa menteri kita sampai melakukan upaya
cover. Seolah-olah ingin menutupi (sesuatu)," kata inisiator Gerakan Cinta Jakarta ini.
Politikus Golkar ini telah mempertanyakan tudingan bohong tersebut kepada Wakil Menteri Luar Negeri, Triyono Wibowo. Tapi, Wakil Marty itu, kata Tantowi, masih akan mencari tahu dulu kenapa Menteri Marty sampai dituduh berbohong.
Meski begitu, Tantowi yakin, Marty memang berbohong. Karena hingga saat ini Marty sama sekali tidak melakukan klarifikasi atas tuduhan Sang Dubes Arab Saudi tersebut.
"Selama Marty tidak melakukan klarifikasi, kita anggap itu sebagai sebuah kebenaran, benar dia telah melakukan kebohongan publik. Harusnya dia buru-buru dong klarifikasi, bila perlu didatangi itu Dubes Arab. Tapi kan sampai sekarang dia diam saja," tandas Tantowi, yang jadi mitra kerja Marty di DPR.
[zul]
BERITA TERKAIT: