KPK Terlanjur Dicap Bekerja Sesuai Pesanan Istana

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Minggu, 26 Juni 2011, 07:54 WIB
KPK Terlanjur Dicap Bekerja Sesuai Pesanan Istana
RMOL. Kepercayaan publik kepada Komisi Pemberantasan Korupsi akhir-akhir ini terus melemah, karena muncul keyakinan bahwa KPK telah terkooptasi kekuasaan dan telah dijadikan alat oleh Istana.

KPK pun menjadi sangat lamban menangani skandal besar seperti bailout Bank Century, kasus suap pemilihan Miranda Gultom pada 2004 lalu sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, dan kasus suap pembangunan wisma atlet Sea Games di Palembang yang diduga melibatkan sejumlah politisi.

"Akibat kelambanan itu, berkembang anggapan bahwa KPK bekerja berdasarkan atau sesuai pesanan penguasa," ungkap Bambang Soesatyo, anggota Komisi III DPR, pagi ini (Minggu, 26/6).

Kinerja KPK yang mengecewakan itu berdampak negatif pada citra pemerintahan SBY, yang terlanjur berjanji ingin melakukan penegakan hukum tanpa pandang bulu. Kalau kinerja KPK melemah, lanjut politikus Partai Golkar ini, Presiden harus ikut memikul tanggungjawab. Sebab Presidenlah yang mengusulkan nama-nama calon ketua KPK kepada DPR untuk dipilih. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA