Jurubicara Provinsi Logar, Din Mohammaad Darwaish mengatakan, hingga saat ini belum diketahui apa target bom bunuh diri tersebut karena kebanyakan pasien yang dirawat di klinik adalah wanita dan anak-anak. Sementara para korban ledakan tersebut adalah pasien, pengunjung dan kerabat pasien serta petugas rumah sakit. Para pejabat lokal telah menghubungi pasukan asing untuk meminta bantuan dalam mengevakuasi korban.
Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. Pihak Taliban menyangkal berada dibalik serangan bom bunuh diri tersebut. Bahkan Taliban justru mengutuk aksi bom bunuh diri yang terjadi di rumah sakit.
"Kami mengutuk serangan pada rumah sakit tersebut, siapapun yang melakukan hal itu (hanyalah) ingin mencemarkan nama Taliban,"ujar Jurubicara Taliban Zabihullah Mujahid seperti dilansir Aljazeera (Sabtu, 25/6).
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: