Aktivis angkatan '78, Abdulrochim menyatakan pemerintah China memiliki kebijakan 30 persen spare part pesawat yang dibeli dari negara tertentu harus diproduksi di dalam negerinya. Makanya, mau tak mau, negara penjual pesawat ke China juga harus melatih rakyat China bagaimana memproduksi spare part pesawat yang dibeli tersebut.
"Industri pesawatnya menjadi tumbuh, tenaga kerja banyak, engineering menjadi pintar, uang mutar, ada keuntungan masuk ke China lagi. Di kita tidak ada kebijakan seperti itu," kata mantan aktivis Institute Teknologi Bandung ini kepada
Rakyat Merdeka Online, beberapa saat lalu (Rabu, 18/5).
Karena tak ada kebijakan seperti yang dimiliki China tersebut, makanya pemerintah hanya diam saja saat Lion membeli Boeing 373 sebanyak 130 unit. Dia mengandaikan, sepuluh persen saja spare partnya diproduksi dalam negeri, PTDI akan tumbuh dan berkembang.
Tapi sayang, tambah pria yang pernah dipenjara rezim Orde Baru di Sukamiskin Bandung pada saat masih mahasiswa ini, pemerintah Indonesia tak memiliki nasionalisme ekonomi.
[wid]
BERITA TERKAIT: