"Kita pun menyadari tidak ada hal yang signifikan yang dilakukan oleh pemerintahan SBY selama tujuh tahun ini. Saya kira hasil survei Indo Barometer mengandung kebenaran," kata fungsionaris DPP Hanura, Syarifuddin Sudding, kepada
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 18/5).
Meski kehidupan di masa Orba dianggap lebih baik, katanya, bukan berarti bahwa sistem dan cara Soeharto dalam menjalankan pemerintahan kembali dipraktikkan. Apalagi kekuasaan Orde Baru sangat otoriter dan kebebasan berpendapat diberangus.
Atas hasil survei tersebut, sebagian kalangan menilai akan menguntungkan partai-partai yang "dekat atau punya hubungan" dengan Orde Baru, seperti Nasional Republik, Golkar, Gerindra, bahkan juga Hanura, yang didirikan mantan ajudan Soeharto, Wiranto. Saat dimintai tanggapan atas penilaian itu, Wakil Ketua Fraksi Hanura ini menampik.
"Saya kira tidak ada korelasinya hasil survei ini dengan partai yang ada hubungannya dengan rezim Orde Baru. Saya kira masyarakat juga sudah pandai, pintar memilih mana sih partai-partai yang selama ini membela kepentingan rakyat dan bangsa, dan mana partai yang hanya mengamankan elit-elitnya," jawab Sudding.
[yan]
BERITA TERKAIT: