Pemilihan umum di India melahirkan kelompok wanita yang memiliki pengaruh lebih besar dari sebelumnya.
Mamata Banerjee berhasil memenangkan pemilihan umum di Bengali Barat, dan kini ia bertanggung jawab atas negara bagian dengan populasi 90 juta tersebut. Banerjee mengukir kemenangan dan menghancurkan dominasi Partai Komunis India di daerah tersebut. Pemerintahan sayap kiri telah berkuasa di sana selama tiga dekade.
Selain Banerjee, di negara bagian selatan Tamil Nadu, seorang mantan bintang film yang bernama Jayalalithaa juga berhasil mengalahkan pemerintah incumbent dalam pertarungan sengit yang dipicu berbagai tuduhan korupsi. Hasil yang seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.
"Anda tentu tidak ingin larut dalam masalah besar mengenai ketidaksetaraan gender, aborsi janin, penindasan dan diskriminasi terhadap perempuan. Di India, adalah hal yang luar biasa jika memiliki wanita yang sangat kuat begitu banyak pada waktu yang bersamaan," ujar Ramachandra Guha, seorang sejarawan dan analis politik seperti yang dilansir dari Guardian.
Sonia Gandhi, presiden Partai Kongres, tetap merupakan politisi yang paling berpengaruh di negeri ini. Selain Shonia, perempuan lain yang menonjol diantaranya, Sheila Dihiksit yang juga Menteri Ibukota New Delhi; Mayawati yang memimpin negara bagian terluas Uttar Pradesh. Selain itu, Pratibha Patil pun berhasil memenangkan pemilihan presiden.
"Ini bukan hanya tentang saya, ini adalah tentang orang-orang Benggala. Bahwa aku seorang wanita tidak masalah. Tanpa saudara perempuan, saya tidak bisa melakukan pekerjaan saya. Dan tanpa saudara laki-laki, saya juga bukan apa-apa,†ujar Banerjee kemarin (Jumat. 13/5) di saluran televisi NDTV.
Kemenangan Banerjee telah diprediksi. Partai Komunis di Benggala Barat telah melihat basis dukungan mereka melemah karena praktik korupsi dan administrasi yang buruk.
“Lebih dari tiga dekade pemerintahan salah-urus dan salah ajaran,†ujar Vinod Mehta, editor majalah berita Outlook.
Banerjee mengatakan, kemenangannya adalah kemenangan orang-orang malang yang menghadapi eksploitasi, kekerasan dan diskriminasi.
Tetapi beberapa analis masih meragukan kemampuannya untuk menangani masalah yang dihadapi Bengali Barat, di mana kemiskinannya sama dengan yang terdapat di sub-Sahara Afrika.
Jayalalithaa akhirnya menang meskipun sempat dituduh membagi-bagikan televisi gratis, laptop, sari dan hadiah lain termasuk uang tunai sebagai imbalan atas dukungan. Kemenangannya dilihat sebagai refleksi dari kemarahan yang tumbuh dari korupsi politik.
"Ini kabar baik bagi demokrasi di India. Ini perkembangan yang sangat penting. Hal ini menunjukkan bahwa kekhawatiran tentang korupsi tidak hanya terbatas pada elite berpendidikan perkotaan" kata Mehta di majalah Outlook. [guh]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: