Misalnya, bila saat menangkap dan menghukum mati Saddam Hussein, Amerika memperlihatkannya ke publik. Bahkan gigi Presiden Irak itu pun juga diekspos.
"Karena Amerika Serikat ini negara yang sangat mementingkan otentifikasi fakta sebagai bagian dari pencitraan prestasi kebijakan internasional," kata pengamat intelijen dan pertahanan Yuddy Chrisnandi kepada
Rakyat Merdeka Online.
Namun, nasib berbeda dialami Osama. Pemerintah Amerika Serikat hanya mengumumkan bahwa teroris yang paling dicari Amerika itu telah tewas ditembak. Tapi, Amerika tidak mempublikasi secara detail, bagaimana proses eksekusi bahkan foto Osama pun juga tidak dirilis.
"Karena itu saya meragukan, Osama ini mati sekarang, atau sebenarnya sudah mati sejak lama hanya baru diumumkan sekarang," kata mantan anggota Komisi I DPR ini.
Menurutnya, hal itu dilakukan Obama untuk meraih simpati publik. Obama mengumumkan kematian Osama pada saat citranya sedang merosot. Hal ini tentu juga dimaksudkan untuk mendongkrak popularitasnya menjelang pelaksanaan pemilihan presiden 2012 mendatang.
[zul]
BERITA TERKAIT: