Ustad Abu langsung diciduk Densus 88 setelah beberapa pelaku bom menyebut-nyebut namanya terkait dalam serangkaian aksi teror. Tapi, Panji Gumilang, meski sudah banyak pengakuan dari mantan pengurus Negara Islam Indonesia bahwa dirinya merupakan pimpinan NII KW 9, tetap saja masih melenggang hingga saat ini.
Keheranan itu lah yang diungkapkan anggota Komisi I DPR Teguh Juwarno saat berbincang dengan
Rakyat Merdeka Online.
"Yang aneh, ketika bicara terorisme, Abu Bakar Baasyir langsung ditangkap. Tapi ketika ini NII sudah menjadi teroris, banyak sekali pengakuan korban, banyak saksi mata, bahkan mereka yang insyaf mengatakan bahwa memang Panji Gumilang (pemimpin NII), tapi tidak ditangkap, ada apa? Kan memang ada pembiaran," katanya.
Makanya, selain berencana memanggil Kepala Badan Intelijen Negara Sutanto dan juga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto, Komisi intelijen dan pertahanan ini juga berencana memanggil Panji Gumilang.
"Saya kira perlu juga untuk memberi tempat (kepada Panji Gumilang), meskipun kita harus solid dahulu dengan perspektif yang utuh, dimana kita perlu hadirkan tokoh-tokoh masyarakat yang tahu hal tersebut. Saya kira tidak ada salahnya (Panji Gumilang dipanggil)," tandas Sekretaris Fraksi PAN ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: