DPR akan Panggil Sutanto dan Djoko Suyanto, Kenapa NII Dibiarkan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 09 Mei 2011, 09:34 WIB
DPR akan Panggil Sutanto dan Djoko Suyanto, Kenapa NII Dibiarkan
djoko suyanto/ist
RMOL. Saat ini memang masih ada sekelompok masyarakat Indonesia yang bercita-cita atau mempunyai gagasan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berlandaskan agama Islam. Tapi gagasan itu dipastikan akan mendapat penolakan dari mayoritas umat Islam yang moderat.

"(Umat Islam moderat) menganggap NKRI sudah final. Yang penting itu kan menanamkan nilai-nilai Islam. Nilai-nilai Islam tidak identik dengan budaya Arab. Nilai-nilai Islam itu universal, mendahulukan kepentingan orang kecil dan memperjuangkannya dan juga menegakkan keadilan," kata anggota Komisi I DPR Teguh Juwarno kepada Rakyat Merdeka Online.

Namun, untuk Negara Islam Indonesia yang saat ini ramai dibicarakan publik, menurutnya, hal itu berkembang karena ada pembiaran dari pemerintah dan aparat intelijen. NII ini dijadikan kambing hitam untuk menutupi isu-isu tertentu yang sedang mendapat sorotan.

"Sama seperti isu PKI yang seolah-olah dibiarkan, nanti (pada waktunya) tinggal dimunculkan, (biar masyarakat) dihantui (lagi). Nanti ada lagi NII, ada lagi JI, akan terus ada," sambung Sekretaris Fraksi PAN ini.

Karena itu, tambah mantan wartawan sebuah televisi swasta ini, dia sudah mengusulkan kepada Komisi I yang membidangi masalah intelijen dan pertahanan, untuk memanggil Kepala Badan Intelijen Negara Sutanto dan juga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Djoko Suyanto. Pemanggilan ini untuk meminta klarifikasi kasus NII ini secara komprehensif.

"Karena kita mendapatkan data-data yang cukup meyakinkan bahwa upaya pembiaran ini memang dilakukan aparat kita. Ini tidak bisa. Kalau sudah melanggar, harus ditindak," tegasnya.

Kapan akan dipanggil?

"Moga-moga dalam persidangan ini. Senin (hari ini) kan sudah mulai (DPR masuk)," jelasnya.

Tentang adanya dugaan pembiaran ini telah dibantah oleh Djoko Suyanto belum lama ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA