Wiranto hanya Melihat Al-Zaytun Sebagai Pendulang Suara

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 07 Mei 2011, 20:00 WIB
Wiranto hanya Melihat Al-Zaytun Sebagai Pendulang Suara
wiranto/ist
RMOL. Ketua Umum DPP Hanura Wiranto tidak pernah mengetahui dan tidak pernah mengait-ngaitkan bahwa Panji Gumilang dan Pondok Pesantren Al-Zaytun adalah bagian dari Negara Islam Indonesia.

"Pak Wiranto ini hanya melihat Al-Zaytun sebagai sebuah komunitas pendulang suara. Jadi cara berfikirnya politik praktis. Ada suara untuk dia di situ dan itu pendukung Golkar, dan silaturrahmi, datang dong," kata Ketua DPP Hanura, Yuddy Chrisnandi kepada Rakyat Merdeka Online, usai diskusi Forum Dialog Indonesia, di Fadli Zon Library, Jalan Danau Limboto 96, Bendungan Hilir, Jakarta (Sabtu, 7/6).

Karena itu, jelas Yuddy, Wiranto memandang Panji Gumilang sebagai pemimpin Pondok Pesantren terbesar yang ada di Indramayu dan merupakan basis Partai Golkar.

"Jadi suaranya sayang dong. Biar pun satu pesantren, jangan ke mana-mana (suaranya)," tegas Yuddy sembari menjelaskan, kemenangan Wiranto di Tempat Pemungutan Suara di pondok pesantren tersebut pada dua pemilihan presiden, 2004 sebagai capres dan 2009 sebagai wapres karena didukung Partai Golkar.

Kalau Anda sendiri bagaimana menyikapinya?

"Kalau pertanyaannya adalah apakah Panji Gumilang dan Al-Zaytun terlibat dalam NII, saya tidak bisa mengatakan iya atau tidak. Karena saya tidak mempunyai bukti-butki yang kuat dan tidak memliki kedekatan yang langsung untuk bisa memberikan justifikasi bahwa dia NII atau bukan," jawabnya. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA