Kepala BNP2TKI: 100 Ribu TKI Berpeluang Dapat Kredit BMT

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/aldi-gultom-1'>ALDI GULTOM</a>
LAPORAN: ALDI GULTOM
  • Kamis, 05 Mei 2011, 16:38 WIB
Kepala BNP2TKI: 100 Ribu TKI Berpeluang Dapat Kredit BMT
jumhur hidayat/ist
Kecil Besar
RMOL. Sekitar 100.000 Tenaga Kerja Indonesia berpeluang mendapat bantuan kredit penempatan ke luar negeri dan kredit kegiatan usaha ekonomi dari 5.500 Baitul Maal Wat-Tamwil (BMT), yang tergabung dalam Asosiasi Baitul Maal Wat-Tamwil Seluruh Indonesia (Absindo) dan tersebar di kantong-kantong TKI Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, atau Nusa Tengga Barat.

Demikian dikemukakan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Jumhur Hidayat, lewat keterangan pers yang diterima (Kamis, 5/5). Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara BNP2TKI dengan Absindo terkait program pemberian kredit untuk TKI ataupun mantan TKI berikut keluarganya telah dilakukan hari ini. Kerjasama itu akan dilaksanakan selama dua tahun sejak ditandatangani.

Sementara itu, Ketua Umum Absindo, Aries Muftie, menjelaskan, dengan persebaran BMT yang begitu luas, tingkat penyerapan atau akumulasi penerima kredit TKI dapat ditaksir mencapai 50 ribu orang per tahun, sehingga dalam dua tahun sekitar 100 ribu TKI bisa memanfaatkan dana kredit BMT.

“Jadi, baik calon TKI yang akan berangkat ke luar negeri serta TKI yang berkeinginan menjalankan kegiatan ekonomi produktif dengan dikelola keluarganya, termasuk mantan TKI yang berorientasi membangun wirausaha, layak diberi program kredit oleh BMT,” kata Aries.

Besarnya fasilitas kredit itu, lanjut Aries, berkisar Rp 5-25 juta baik untuk digunakan persiapan calon TKI bekerja di luar negeri maupun bagi TKI dan mantan TKI yang akan berwirausaha. Sedangkan beban bunga pinjaman yang ditetapkan BMT antara 18-20 persen per tahun.

“Tingkat bunga itu berdasarkan bahwa selama ini BMT menggunakan dana sendiri untuk menyalurkan kreditnya,” tegasnya.

Namun demikian, Aries menjamin melalui kerjasama BNP2TKI, Absindo berikut jaringan keanggotaan BMT yang dimiliknya dapat menggunakan dana Program Kemitraan Bina Lingkungan yang diperoleh dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara), sehingga pemberlakuan bunga pinjaman TKI menjadi murah yaitu 12 persen per tahun.

BMT anggota Absindo, katanya, memiliki kemampuan pembiayaan kredit hingga Rp 12 Triliun dan beraset total Rp15 triliun. Seluruh anggota BMT di tanah air yang menjadi nasabahnya kini sekitar 220 ribu, baik TKI ataupun kalangan lain, sejak berdiri pada Desember 2005.

Terkait kerjasama ABSINDO, Jumhur menjamin BNP2TKI akan mengawasi efektivitas program bantuan kredit BMT kepada TKI, mantan TKI dan keluarganya. Bentuk pengawasan BNP2TKI diintegrasi dengan Absindo dalam pengembangan sistem informasi dan teknologi secara online, yang dapat berfungsi sebagai mekanisme pelaporan jalannya program.

“Karenanya, sejauh mana program kerjasama ini dapat dirasakan langsung oleh TKI jelas akan dimonitor BNP2TKI,” tandas Jumhur.[ald]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA