Hampir sepuluh tahun dinas intelijen Amerika Serikat bekerja keras memburu pemimpin Al Qaeda itu. Dan ujung-ujungnya, data intelijen diserahkan kepada unit atau satuan lain untuk penangkapan atau penyergapan.
"Seperti itulah fungsi intelijen sesungguhnya, dan kita harapkan intelijen kita pun bekerja seperti mereka," ujar Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Kamis, 5/5).
TB seringkali mengutarakan, persoalan utama dalam kegiatan pemberantasan terorisme di Tanah Air adalah pada ego sektoral di antara badan-badan intelijen yang banyak jumlahnya. Persoalan itu mengakibatkan kelambanan dalam menindaklanjuti informasi intelijen yang akhirnya jadi celah bagi tindakan teror.
"
Smart, ulet dan profesional dalam mencari informasi, dan kemudian menyerahkannya kepada
user untuk digunakan. Demi kepentingan negara dan bangsa tidak diperlukan ego sektoral, tapi kerjasama itu lebih penting dan menjadi kunci keberhasilan," ungkap TB.
Dia menambahkan, problem ego sektoral dalam intelijen Indonesia menjadi perhatian khusus dalam penggodokan RUU Intelijen.
[ald]
BERITA TERKAIT: